Jasa Pengeboran Sumur Artesis Sumur Dalam atau Deep Well Yogyakarta dan Jawa Tengah


Air Tanah Artesis
Air Artesis yaitu suatu cekungan dan lapisan bebatuan yang bisa menahan air dibawah tanah sehingga akan berkumpul dan bisa dijadikan cadangan Air Tanah Artesis disebut juga dengan Air Tanah Dalam merupakan air tanah yang berada di bawah lapisan air tanah dangkal dan diantara dua lapisan Impermeable atau Kedap Air.  Air tanah Artesis merupakan lapisan bawah yang biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air minum kawasan perkotaan, mulai dari penduduk, hotel maupun industri dan perkantoran.

Tahap-tahap Pembuatan Sumur Bor Artesis
I. Survey Geolistrik Air Tanah
Sebelum mengetahui apa itu geolistrik, kita sudah tau bahwa kebutuhan air untuk keperluan perumahan maupun industri saat ini sangat besar sehingga diperlukan penyedia air yang besar pula. Untuk kebutuhan tersebut diharapkan sebagian besar akan dapat dipenuhi dari sumber air tanah dengan pembuatan sumur bor. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, perencanaan pembuatan sumur bor perlu ditunjang dengan uji Geolistrik terhadap titik untuk pembuatan sumur bor.

Tujuan Geolistrik
Proses pelaksanaan uji Geolistrik bertujuan untuk mengetahui keberadaan lapisan batuan yang berfungsi sebagai akuifer, dimana hasil uji Geolistrik ini akan memberikan gambaran tentang keadaan lapisan batuan bawah permukaan tanah seperti ketebalan, kedalaman, serta penyebaran lapisan batuan sehingga nantinya akan membantu perencanaan lokasi dan kedalaman sumur bor.

II. Persiapan
Dalam melaksanakan pekerjaan Pengeboran sumur, tahap persiapan, meliputi :
1. Mobilisasi Perlatan dan Bahan
Sebelum melakukan pengeboran di mulai, dilakukan mobilisasi atau mendatangakan peralatan, bahan - bahan dan perlengkapan lainnya seperti personil / pekerja ke lokasi yang akan di lakukan pengeboran. Mobilisasi ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan yang ada dilapangan.

2. Prepare Lokasi
Pekerjaan persiapan lokasi pada pekerjaan meliputi :
- Pembersihan, Perataan dan Pengerasan lokasi untuk posisi tumpuan mesin bor
- Pembuatan bak lumpur, bak control dan selokan yang berguna untuk sirkulasi air dan lumpur yang dihasilkan dari mesin bor
- Penanaman Cassing pengaman sedalam 1-2 meter, pada titik bor yang mempunyai fungsi menahan tanah karena bagian ini tanahnya mudah runtuh
- Perangkaian alat pengeboran setting mesin bor beserta Menara (Rig), Penyetelan pompa lumpur beserta selang - selangnya
- Menyiapkan air serta pengaduk lumpur yang akan dihasilkan dari lubang pengeboran

3. Proses Pengeboran Awal
Sistem pengeboran yang dijelaskan disini adalah menggunakan sistem bor putar (rotary drilling) dan tekanan bawah (pull down pressure) yang di barengi dengan sirkulasi lumpur dari lubang pengeboran (mud flush) kedalam lubang pengeboran.

Pengeboran tahap awal dengan diameter lubang kecil sampai dikedalaman yang diinginkan disebut dengan Pengeboran pilot hole. Diameter pilot hole biasanya diantara 4 sampai dengan 8 inchi, selain itu juga ditentukan dengan kemampuan atau spesifikasi mesin bor yang dipergunakan.

Hal - hal yang perlu diamati dalam pekerjaan pengeboran pilot hole diantaranya :
- Kekentalan (Viskositas) Lumpur yang keluar dari lubang pengeboran
- Kecepatan mata bor dalam menembus lapisan tanah disetiap meternya (Penetrasi waktu permeter)
- Sampel Gerusan (Pecahan) lapisan tanah
Sampel Gerusan atau Pecahan lapisan tanah (Cutting) dimasukan dalam plastik kecil atau kotak sampel dan masing - masing di beri nomer sesuai kedalamannya. Adapun fungsi dari  pengambilan sampel cutting sebagai data pendukung hasil Electrical Logging untuk menentukan posisi kedalaman berapa Sumber Air (Akuifer)

III. Proses Electrical Logging
Electrical Logging tujuannya untuk mengetahui letak posisi akuifer air, yang berfungsi sebagai penentu Konstruksi Saringan (Screen)

Electrical Loging dilakukan dengan menggunakan suatu alat, dimana alat tersebut menggunakan konfigurasi titik tunggal dimana electroda arus dimasukan kedalam lubang pengeboran dan electroda yang lain ditanam dipermukaan. Arus yang dimasukan kedalam lubang electroda yang kemudian menyebar kedalam formasi disekitar lubang bor. Sebagian arus kembali ke electroda di permukaan dengan arus yang telah mengalami penurunan. Penuranan ini yang kemudian diukur.

IV. Proses Pembersihan Lubang Bor (Reaming Hole)
Pengertian Reaming adalah memperbesar lubang bor sesuai dengan diameter konstruksi pipa casing dan saringan atau screen yang telah direncanakan.
Hal - hal yang perlu diamati dalam fase pekerjaan reaming adalah sama seperti pada proses pekerjaan pilot hole, sedangkan pekerjaan reaming cutting atau formasi lapisan tanah tidak perlu diambil lagi. Ideal sesilih diameter lubang bor dengan pipa casing adalah 6 inchi. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah masuknya konstruksi pipa casing dan saringan atau screen serta masuknya penyetoran kerikil pembalut (gravel pack).

V. Pemasangan Pipa Casing dan Saringan (Screen)
Pada tahap pemasangan pipa casing dan screen harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah direncanakan. Terutama pemasangan screen harus didasarkan pada hasil Electrical Logging dan Analisa Cutting. Selain itu juga berdasarkan pada Hydrogeology daerah pengeboran. Dari hasil pemahaman aspek - aspek hydrology diharapkan perencanaan sumur dalam yang dihasilkan mampu memberikan sumur pemanfaatan yang maksimal dan kapasitas yang optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan didaerah sekitar pengeboran.

VI. Proses Penyetoran Kerikil Pembalut (Gravel Pack)
Maksud dan tujuan dari penyetoran kerikil pembalut adalah untuk menyaring masuknya air dari formasi lapisan lapisan akuifer kedalama saringan (screen) dan mencegah masuknya partikel kecil seperti pasir kedalam lubang saringan. Adapun cara penyetoran kerikil pembalut (Gravel Pack) adalah dibarengi dengan sirkulasi (Spulling) air yang encer supaya kerikil pembalut dapat tersusun dengan sempurna pada rongga antara kontruksi pipa casing dengan dengan dinding lubang sumur bor.

VII. Proses Pencucian dan Pembersihan (Well Development)
Proses pencucian dan pembersihan (Well Development) bertujuan untuk :
- Membersihkan dinding zona invasi akuifer serta kerikik pembalut dari partikel halus, supaya seluruh bukaan pori atau celah akuifer dapat terbuka penuh sehingga air tanah dapat mengalir kedalam lubang saringan (Screen) dengan sempurna.
- Menghilangkan atau mengurangi penyumbatan (Clogging) akuifer pada dinding lubang bor
- Meningkatkan porositas dan permeabilitas akuifer disekeliling sumur dalam
- Menstabilkan lapisan pasir sekeliling saringan, sehingga pemompaan bebas dari kandungan pasir.

Dalam Proses Pencucian dan Pembersihan (Well Development) dilakukan dengan cara :
1. Water Jetting
Peralatan yang digunakan disebut dengan Jetting Tool yaitu suatu alat dari pioa yang mempunyai 4 lubang (Dozzle). Alat ini dimasukan kedalam sumur dalam pada setiap interval saringan secara beruntun dari bawah keatas dengan penghantar pipa bor yang dihubungkan dengan pompa tekan yang memompakan air bersih kedalam sumur dalam. Pada pengoperasiannya alat ini digerakan berputar - putar atau dengan memutar - mutarkan pipa penghantar dan naik turun sepanjang saringan (Screen).

2. Water Lift
Pada metode water lift ini dimulai dengan pelepasan tekanan udara kedalam sumur dalam dari tekanan kecil kemudian perlahan diperbesar, pekerjaan water lift ini ini dilakukan mulai dari interval saringan paling atas ke bawah secara beruntun hingga kedasar sumur dalam.

VIII. Proses Pengecoran (Grounting)
Maksud dan tujuan dari tahap grounting ini adalah :
- Sebagai penguat (tumpuan) konstruksi pipa casing
- Untuk menutup masuknya air permukaan (Air Atas) kedalam pipa cassing melalui saringan atau screen.

IX. Proses Pemompaan (Pumping Test)
Proses ini bertujuan untuk mengetahui kondisi akuifer dan kapasitas jenis sumur dalam, serta bisa membantu dan menentukan type dan kapasitas submersible pump yang sesuai untuk sumur dalam tersebut.
Dalam proses uji pemompaan ini ada beberapa data yang harus di catat diantaranya :
- Muka air tanah awal (Pizometrikawal)
- Debit pemompaan
- Penurunan muka air tanah selama dipompa (Draw Down)
- Waktu sejak awal dipompa
- Kenaikan muka ait tanah setelah pompa dimatikan

Pada proses uji pemompaan ini diambil sampel air 3 kali, yaitu pada awal pemompaan, pertengahan dan akhir dari pemompaan. Dengan maksud dan tujuan pengambilan sampel air guna pemeriksaan atau analisa kualitas air tersebut, apakah air yang dihasilkan dari sumur dalam tersebut sudah memenuhi baku mutu standart air minum yang di izinkan.
Parameter yang dianalisa diantaranya :
- PH (Power Of Hidrogen) Derajat keasaman pada air tersebut
- Kadar unsur kimia yang terkandung dalam air
- Tds (Total Dissolved Solids) Padatan terlarut total

X. Finishing
Dalam tahap finishing ini meliputi :
- Pemasangan Pompa submersible, Panel box listrik dan instalasi penununjang lainnya
- Pembuatan bak control atau manhole apabila well head posisinya dibawah level tanah dan pembuatan apron apabila well head posisinya diatas level tanah
- Pembuatan saluran instalasi pipa
- Pembersihan dan perapihan tempat pengeboran dan sekitarnya.

Subscribe to receive free email updates: