Jenis Pompa Air

Jenis pompa air berdasarkan kedalaman sumber air atau sumur dan debit air yang dihasilkan dalam setiap menitnya, diantaranya :

1. Shallow Pump
Pompa air yang digunakan untuk sumur dangkal kedalaman sumber air permukaan 9 meter. Pompa air ini memiliki daya dorong sampai ketinggain 7 meter, dengan patokan letak pompa air tersebut. Biasanya dalam pompa air tersebut ada tulisan :
- Suction Head adalah daya sedot atau daya hisap.
- Discharge Head adalah daya dorong atau daya lempar.
- Total Head (Suction Head + Dischargr Head) merupakan total panjang dari titik terdalam sumur sampai dengan ketinggian yang dicapai.

2. Semi Jet Pump
Pompa air yang digunakan untuk sumur dengan kedalaman 11 meter air permukaan tanah, serta ketinggian 9 meter. Berhasilnya instalasi pemasangan pompa air Semi Jet Pump perlu diperhatikan, seperti :
- Hindari kebecoran pada sambungan yang mengakibatkan daya hisap tidak maksimal (Nggembos).
- Ikuti pentunjuk diameter pipa yang tertera pada mesin pompa, misal : Inlet adalah pipa hisap 11/2 dim dan outlet 1 dim.
- Hindari pemasangan Keni / Sambungan Belok berlebihan.

3. Jet Pump
Merupakan pompa air untuk yang digunakan untuk sumur dengan kedalaman maksimal sampai 29 meter, sedangkan untuk daya dorongnya efektif 9 meter. Contoh untuk pemasangan apabila kedalaman sumur 20 meter, untuk air permukaan sumur tersebut 12 meter, pasanglah pipa sedot di kedalamnan 17 meter, perlu diberi jarak dari dasar sumur untuk menghindari pasir tersedot yang akan membuat foot klep tidak tahan lama.

4. Submersible Pump
Pompa air khusus untuk kadalaman lebih dari 20 meter, merupakan pompa celub yang diletakkan didalam air. Sebagai sumber air adalah sumur bor dalam.

5. Booster Pump
Lebih dikenal sebagai pompa pendorong atau meningkatkan tekanan, karena kegunaaan pompa ini hanya sebatas pendorong tidak memiliki kapasitas daya hisap seperti pompa air pada umumnya.