Jasa Servis Submersible Pump Yogyakarta dan Jawa Tengah


Pompa Submersible
Pompa Submersible (Pompa Benam) disebut juga dengan Electric Submersible Pump (ESP) merupakan pompa yang dioperasikan di dalam air dan akan mengalami kerusakan jika dioperasikan dalam keadaan tidak terdapat air terus-menerus.

Jenis pompa ini memiliki tinggi minimal air yang dapat dipompa dan wajib dipenuhi ketika operasional agar life time pompa tersebut lama. Pompa jenis ini bertipe pompa sentrifugal.

Kinerja dari Submersible Pump dengan impeller yang diputar dengan kecepatan rotasi yang sangat tinggi sehingga mengalami gaya sentrifugal, karena pada dasarnya pompa submersible ini merupakan pompa sentrifugal multistage yang dioperasikan secara vertikal.

Cara kerja pompa jenis ini berbeda dengan jenis Jet Pump. Jika pompa jet pump bekerja dengan cara menyedot air, jenis pompa submersible bekerja dengan mendorong air ke permukaan.

Pompa submersible tidak memiliki spesifikasi daya hisap selayaknya model pompa air permukaan, ia hanya memiliki kapasitas total head (meter) dan power yang di ukur dengan satuan (pk) serta kapasitas debit air yang menggunakan satuan liter per detik (l/sec).
Dari berbagai model dan merek pompa submersible yang ada sekarang  ini semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing mulai dari harga, daya tahan serta fungsinya.

Berikut kelebihan dari jenis pompa submersible :
1. Tidak bising, karena berada dalam sumur
2. Biaya perwatan yang rendah
3. Sistem pompa tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing menjadi problem yang biasa terjadi pada pompa permukaan  (Jet Pump) seperti keausan bearing dan shaft tidak terjadi
4. Pompa memiliki pendingin alami, karena posisinya terendam dalam air

Beberapa hal yang perlu diperhatikan cara pengoperasian pompa Submersible adalah sebagai berikut :
1. Arah rotasi pompa harus benar sebab jika tidak, akan berakibat kapasitas pompa akan berkurang dan motor akan kelebihan beban

2. Penggunaan alat pengangkat untuk mengangkat pompa. Jangan mengangkat pompa ini dengan mempergunakan selang atau kabel power yang terpasang

3. Suhu air yang dipompakan tidak boleh lebih dari 40 derajat celcius

4. Apabila pompa telah bekerja pada air yang sudah terkontaminasi biarkan pompa bekerja untuk priode yang singkat di air bersih atau siram dengan air yang bersih diseluruh sambungan tempat pembuangan. Sebab apabila tertinggal di pompa berupa tanah liat, semen dan lainnya yang sejenis jika sudah kering akan berakibat pompa tidak dapat bekerja

5. Jika pemasangan seperti pada kode “S” hindari dari tanah yang lunak dan usahakan diberi ganjal atau digantungkan sedikit diatas dasar

6. Apabila pompa akan tetap dipakai untuk suatu jangka waktu tertentu maka perlu disimpan pada gudang yang kering. Baca juga tentang Pompa air terbaik untuk sumur dangkal

Apabila dalam pengambilan air menggunakan pompa Submersible, Mengalami debit air yang lebih kecil merupakan tanda-tanda Submersible Pump mengalami masalah. Jika tidak segera diperbaiki kemungkinan besar Submersible akan rusak dan lebih parahnya lagi akan mati total.

Dibawah ini merupakan sebagian langkah untuk memperbaiki Submersible Pump :
1. Submersible Pump Mati
Mengecek Kapasitor dulu segeralah ganti terlebih dahulu jika komponen ini  tidak berfungsi.

2. Mengecek Ampere Kabel Power
Cek pada saat  Submersible Pump dihidupkan, Jika lebih cukup tinggi ( > 10 A ) ada beberapa kemungkinan :
- Motor mendapat beban cukup berat. ( Benda asing  seperti  endapan tanah merah, tanah kapur, dll.)
- Volume air sudah berkurang, pompa bekerja dalam air dengan batas sangat minimum/kering dalam waktu yang lama
- Lilitan kumparan stator bermasalah.

3. Instalasi Pompa Submersible
Dalam instalasi submersible standard dilengkapi safety untuk mendeteksi kedalaman air berupa sensor electroda. Jika sensor ini dalam kondisi baik, turunnya kedalaman air dalam batas minimum akan terdeteksi, dan automatis memutus power ke motor.

4. Perhatikan  Debit Air
Jika semburan awal tinggi kemudian melemah, kemungkinan besar volume air dalam sumur  berkurang. Jika semburannya lemah mulai dari awal motor running, ini tanda-tanda problem dari motor.

5. Pengangkatan Pompa Submersible
Memeriksa kondisi fisik, apakah ada benda asing yang menghambat putaran shaft atau impeler.

6. Mengecek Level Air dalam Sumur
Mengecek ulang level  kedalaman air dengan menggunakan tali ber pemberat. Ukur  kedalaman air dan  jarak permukaan ke dasar. Karena bisa terjadi sumur yang longsor dibagian dasarnya, kemungkinan struktur tanah labil bisa juga casing sumur bor pecah.

7. Pembongkaran dan Pembersihan pada Submersible Pump
Berilah tanda terlebih dahulu sepanjang bodi casing penutup impeler guna memastikan posisi pasang seperti awal. Pertama membuka impeller satu persatu, cuci lalu pasang kembali. Setelah itu buka impeller  berikutnya, Periksa kondisi impeller dan shaft. Jika sudah aus, Silahkan cari spearpart yang perlu diganti.

9. Mengecek Tahanan Lilitan Kumparan pada Rotor
Jika tahanan menunjukkan nilai yang rendah, menunjukan kumparan bermasalah, misal bocor. Apabila masalah ini terjadi segera mengganti pompa yang baru.

10. Jika tidak ada perubahan, lebih baik jangan diteruskan. Segera hubungi  Service Pompa resmi dan terpercaya. Setelah selesai service, minta pompa ditest kembali dan lihat ampere motor saat running. Jika masih cukup tingggi ( >10 A ), jangan diterima. Perbaikan belum  complete.

11. Perbaikan atau pemasangan dilakukan oleh  tukang service, ini penting jika anda ingin mendapat garansi perbaikan

12. Jika pompa submersible anda tidak dapat di perbaiki, Solusi hanya mengganti Submersible pump yang baru.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jasa Servis Submersible Pump Yogyakarta dan Jawa Tengah"

Post a Comment